Headlines News :
Home » » Yamaha V-Ixion, Alasan Pakai Skala

Yamaha V-Ixion, Alasan Pakai Skala

Modif Yamaha V-Ixion, 2010 (Bangkalan-Madura)


Mengubah bentuk jadi moge sebetulnya gampang. Tapi, supaya mudah dan dimensinya pas, sang modifikator kudu tahu skala. Skala aslinya moge yang mau dijadikan model untuk dipindahkan ke motor sobat.

Tengok saja Yamaha V-ixion milik Hasan, biker asal Bangkalan-Madura. Doi memasrahkan motornya untuk dikerjakan pada rumah modifikasi Sinjay Modified (SM), yang spesialis fiber, juga asli Madura.

Ahmad Muhaimin bos dari SM me-ngaku semua pengerjaan Yamaha V-ixion memakai ukuran supaya jadi presisi. “Skala pengukuran antara bodi dengan kaki-kaki harus pas, jika tidak enggak bakal sempurna tampilannya,” tutur Amin sapaan akrab Ahmad Muhaimin.

Hasan sengaja memesan tampilan model Yamaha YZF-R1. “Untuk sasis dibuatkan frame baru di bagian sub frame. Supaya ekor lebih tinggi. Setelah itu baru merambah ke bagian kaki-kaki,” tambah pria murah senyum ini.

Pembuatan kaki-kaki dirasa sangat penting untuk membuat tahapan awal. “Bagian depan pakai sokbreker model upside down seset dengan bagian T-nya. Sepaket supaya bisa pakai ban lebar,” jelas Amin.

Sedangkan untuk swing arm, Amin sengaja membuat ulang. “Saya buat dari besi kotak yang lebarnya ditambah 3 cm dari aslinya. Panjangnya ditambah sekitar 5 cm. Terakhir, ditambahkan fiber dengan model stabiliser swing arm supaya tampilannya sama seperti asli R1,” urai bapak dua anak ini.

Dengan tampilan seperti ini di bagian kaki-kaki, alhasil rantai terkena ban belakang. “Solusinya musti menggeser gir depan ke arah luar kurang lebih 3 cm. Jadinya rantai dan ban masih ada jarak aman,” ungkapnya lagi.

Setelah urusan kaki-kaki beres, Amin berpindah ke bodi. “Kalau bagian kaki-kaki sudah kelar, selanjutnya urusan bodi bakal mudah bikinnya. Tinggal ukur sesuai skala yang sudah dihitung. Nanti akan ketemu dimensi ukuran bodinya,” terang pria berkulit sawo matang ini.

Ukuran bodi akan jadi sempurna kalau sesuai ukuran tangki. Tapi, penampung bensin hanya dikondom. “Kalau tangki bikin total, saya takut ada kebocoran tangki. Dikondom saja supaya aman. Jika dikembalikan ke standar, kondom tinggal dilepas,” tutur pria berambut ikal ini.

Menambah kesan kekar, Amin memasang deltabox. “Memang, V-ixion sudah ada deltabox. Tapi, ditambahkan dimensi deltabox supaya lebih besar dan pas dengan tampilan bodi yang meniru Yamaha R1. Plus deltax box ditempat stiker kevlar,” bangga Amin yang sukses membuat replika R1.

Radiator Gadungan

Jangan tertipu dengan tampilan radiator yang mengisi ruang kosong bagian depan mesin. Jika diamati secara cermat justru radiator itu tidak berfungsi. “Memang sejatinya hanya untuk menutupi bagian mesin supaya tidak terlihat ‘ompong’, enggak lucu juga jika tidak ditutup dan terlihat bagian mesinnya seperti ada yang kurang. Kalau melihat Yamaha R1 aslinya memang ada radiator untuk mendinginkan mesin, hanya saja kalau di V-Ixion saya pakai radiator milik mobil Civic yang saya potong dan ukurannya menyesuaikan bidang yang kosong.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Brigdestone Batlax 120/80 x 17
Ban belakang : Bridgestone Batlax 190/80 x 17
Pelek depan : Del Kevic, 3,5 x 17 inci
Pelek belakang : Del Kevic, 6 x 17 inci
Kaliper depan : Brembo

Penulis : Candra | Teks Editor : KR15 | Foto : Candra
Share this article :

Translate

Fanpage

 
Support : Creating Website | Risqk Template | Risqk Template
Copyright © 2011. TIK SMPN 2 Jumantono - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Risqk Template
Proudly powered by Blogger