Headlines News :

Latest Post

Pesawat Tanpa Awak OS-Wifanusa Siap Diproduksi 20 Unit per Tahun


Direktur Materil Ditjen Kuathan Kementerian Pertahanan, Marsma TNI Darlis Pangaribuan menjadi saksi pengembangan program Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle), di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, Selasa (19/5). Foto for JPNN.com
Direktur Materil Ditjen Kuathan Kementerian Pertahanan, Marsma TNI Darlis Pangaribuan menjadi saksi pengembangan program Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle), di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, Selasa (19/5). Foto for JPNN.com
JATILUHUR - Kali ini informasi tentang kehebatan anak bangsa yang kami kutip dari JPNN.com, berikut beritanya. Direktur Materil Ditjen Kuathan Kementerian Pertahanan, Marsma TNI Darlis Pangaribuan menjadi saksi pengembangan program Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle), di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, Selasa (19/5).

PTTA yang diberi nama OS-Wifanusa merupakan karya dari lembaga riset maritim Indonesia Maritime Institute (IMI) yang bekerja sama dengan PT Trimitra Wisesa Abadi. Secara resmi, IMI memperkenalkan OS-Wifanusa yang diproyeksikan untuk memantau perbatatasan Indonesia.

Pengenalan OS-Wifanusa diwarnai dengan demo flight full system. Dalam demo tersebut, PTTA OS-WIfanusa take off dan landing dengan sempurna dan system UAV berjalan dengan baik.

Direktur Eksekutif IMI, Y Paonganan menerangkan bahwa PTTA ini merupakan kreasi anak bangsa. Meskipun kreasi lokal, ia menjamin PTTA ini memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan buatan negara lain..

"PTTA buatan anak bangsa ini memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan produksi dari negara-negara lain," ungkap Paonganan dalam acara demo flight kepada wartawan di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, Selasa (19/5).

Pria yang akrab disapa Ongen ini menerangkan program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian IMI kepada bangsa. Ia beralasan, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan tingkat geografis yang unik.

Tidak sedikit batas-batas negara Indonesia berada di titik-titik yang sulit dijangkau seperti laut luas hingga pulau kecil. Ia khawatir kurangnya pengawasan di daerah perbatasan maupun daerah yang sulit dijangkau dapat berakibat fatal bahkan sampai menggangu kedaulatan bangsa.

"Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi anak bangsa untuk bisa menjadi solusi pengawasan wilayah perbatasan bahkan seluruh wilayah Indonesia," tuturnya.

Ongen menerangkan, OS-Wifanusa memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat di berbagai medan, baik di sungai, danau, laut maupun di darat. Memiliki lebar sayap 4 meter dan panjang 3 meter dan dilengkapi dengan floating untuk memudahkan operasi di air dan landing gear untuk pengoperasian di darat.

Pesawat ini menggunakan mesin 2 tak berkapasitas 170 cc mampu mengangkat pesawat dengan beban hingga 60 – 70 kg. Untuk lepas landas di air, pesawat ini hanya membutuhkan jarak sejauh 50 meter, sedangkan di darat hanya butuh landasan tanah rata sejauh 30 – 40 meter.

Ia menambahkan, dari segi sistem kendali jarak jauh (UAV System), pesawat ini mampu dikendalikan hingga 100 kilo meter dan menerima gambar video secara real time. OS-Wifanusa pun mampu terbang pada ketinggian 300 meter hingga 5000 meter dengan waktu terbang (endurance) mencapai 5 jam.

Ongen menjelaskan, Wifanusa dilengkapi kamera video yang hasil rekamannya mampu diterima  secara real time di ground control station sebagai stasiun pengendali di darat selama melakukan operasi pemantauan. Selain itu, pesawat ini juga dilengkapi kamera LIDAR untuk keperluan foto udara dan pemetaan.

"Kemampuan yang dimiliki PTTA ini sangat cocok dioperasikan di wilayah perbatasn terutama untuk kegiatan pengawasan (surveillance) karena di wilayah tersebut belum memiliki infrastruktur memadai untuk mengoperasikan PTTA sejenis yang butuh landasan khusus dan panjang untuk lepas landas dan mendarat," jelas Ongen.

Ketika ditanya tentang kesiapan untuk produksi, Ongen mengatakan sanggup memproduksi sebanyak 10-20 unit per tahun.

"Kami sudah siap memproduksi PTTA OS-Wifanusa sebanyak 10-20 unit per tahun jika ada yang pesan" pungkasnya. (awa/jpnn)

Inilah Tanggung Jawab Ayah

         Hari ini tanggal 29 Maret, saya ingin berbagi cerita lagi dengan sahabat semua. Kisah ini asli saya alami bersama keluarga kecil saya. Kejadian ini tepat pada tanggal 29, meski bukan di bulan maret namun tepatnya tanggal 29 Juni tahun 2013. Bulan Juni besok tepat 2 tahun kejadian ini saya alami. Dalam cerita saya kali ini saya lebih fokuskan pada satu kejadian yang semoga bisa kita ambil hikmahnya. Hal ini berawal saat instansi istri saya mengadakan wisata ke Jogja dalam acara libur tahun ajaran baru. Awal mulanya saya tidak mengizinkan istri dan anak untuk ikut, namun istri dan anak saya tetap ingin ikut. Tempat wisata yang dituju adalah :
1. Goa Pindul
2. Sungai Oyo
3. Pantai Indrayanti
Pagi itu kami berangkat ke Jogja dengan 2 bus langsung ke lokasi pertama yaitu Goa Pindul. Kira-kira pukul 9 pagi kami sampai di lokasi. Bus kami berhenti, kami pun turun kemudian kami mengenakan pelampung dan sandal karet. Goa Pindul ini terletak di desa Bejiharjo, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunung Kidul. Kami harus jalan kaki sekitar 500 meter untuk sampai lokasi Goa Pindul. Dengan dibantu oleh pemandu wisata yang ada masing-masing dari kami turun ke air untuk menduduki satu buah ban dalam bekas yang cukup besar sebagai tumpuan badan. Ini yang disebut dengan mini rafting. Kami diarahkan untuk duduk dengan tenang dan saling berkaitan dengan memegangi tali yang ada di ban sebelah kita.

Siap masuk Goa Pindul

        Kami mulai masuk ke dalam Goa Pindul dengan berderet ke samping yang cukup panjang dan tetap didampingi oleh pemandu wisata yang membawa senter karena suasana di dalam goa cukup gelap. Sensasi di dalam dan melewati goa yang ada airnya pun kami rasakan. Goa ini tidak terlalu panjang, kira-kira hanya berjarak 100 meter kami sudah sampai ke luar goa.

Atraksi di dalam goa
Ke luar goa

Setelah kami semua keluar dari goa, kami naik dan harus berjalan lagi kira-kira 100 meter untuk mencapai jalan. Perjalanan dilanjutkan ke sungai Oyo yang berjarak sekitar 1 km sampai 2 km dengan transportasi mobil pick up bak terbuka.

Naik pick up ke titik start

         Tak berapa lama sampailah di tepi sungai Oyo. Namun dari pemberhentian pick up, lagi-lagi kami harus berjalan kaki melewati kebun dan persawahan untuk mencapai lokasi tepi sungai. Kalau sebelumnya kami melakukan perjalanan air dalam goa yang arusnya tenang namun di sungai Oyo ini sangat jauh berbeda arusnya. Dari tepi suangai sudah terlihat derasnya arus sungai Oyo. Cocoknya untuk olah raga arum jeram yang menggunakan perahu karet. Lokasi titik start berada di sungai anakan Oyo.  Di sinilah saya bersama teman-teman termasuk anak dan istri saya 'Ayyun mengalami kecelakaan. Untuk turun ke sungai memulai petualangan mini rafting di sungai Oyo ini rombongan harus membuat lingkaran setiap 6 orang atau 6 ban. Setiap 6 orang akan diarahkan sama pemandu wisata untuk kemudian dilepaskan. Rombongan pertama dan ke dua sudah jalan. Rombongan ke tiga juga sudah, sampailah giliran rombongan saya yang berisi saya bersama anak, istri saya, Pak Heri Kapolsek Serengan Solo bersama keponakan dan istrinya serta 2 orang teman lagi bersama dengan anak-anaknya.

Arusnya cukup deras

         Rombongan kami sudah berada di air dan siap untuk melakukan perjalanan mini rafting, kami pun langsung dilepas oleh pemandu. Baru beberapa detik dilepas saya lihat arus dari sebelah kiri sangat deras dan saya langsung bersiap-siap untuk terkena arus derasnya. Dan benar, kami semua tak kuasa menahan kuatnya arus dari sebelah kiri kami. Kami pun kocar-kacir jumpalitan tak karuan, kami terlepas dari ban semua kecuali istri saya saja yang tidak ikut terjatuh dari ban. Saya yang waktu itu bersama 'Ayyun yang masih berusia 2 tahun, berusaha semaksimalnya agar tidak tenggelam. 'Ayyun saya angkat tinggi-tinggi dengan harapan agar 'Ayyun tidak sampai tenggelam dan mulutnya tidak kemasukan air. Di tengah-tengah usaha saya untuk menyelamatkan diri sendiri bersama anak, saya pun sebisanya terus memegang kencang 'Ayyun dan terus mengangkat tinggi-tinggi dengan masih tetap memegangi ban, kaki saya terus bergerak-gerak dalam air dengan harapan agar kami tidak tenggelam.


Kecelakaan terjadi

        Kami terseret arus deras cukup jauh. Masih dalam rangka meyelamatkan diri, tak sengaja telah terjadi benturan yang sangat keras antara kaki saya dengan batu yang ada dalam sungai. Saya pun kesakitan, namun saya harus tetap terus memegangi 'Ayyun dan harus terus mengangkat tinggi 'Ayyun sambil terus berusaha menepi. Dengan susah payah saya berusaha dan akhirnya bisa mencapai tepi sungai, setelah sampai tepi barulah satu pemandu wisata membantu saya untuk naik ke batu yang berada di pinggir sungai.

Berhasil menepi

         Alhamdulillaah, kami bisa melewati saat-saat yang sangat mengerikan itu. Bagi saya hal yang paling utama adalah keselamatan 'Ayyun, alhamdulillaah 'Ayyun baik-baik saja hanya mangil-manggil bundanya, sementara saya harus merasakan kesakitan pada lutut saya. Beberapa saat saya harus beristirahat dengan terus menahan rasa sakit di lutut kanan saya dan tetap terus menggendong 'Ayyun.  Saya merasa untuk meneruskan perjalanan dengan ban karet sudah tidak mungkin lagi namun apa boleh buat, ternyata memang tidak ada jalan lain lagi untuk bisa mencapai tujuan harus tetap naik ban lagi. Saya tanya 'Ayyun, apa masih berani naik ban lagi, ternyata jawabnya, masih berani. Namun kali ini saya tidak mau dilepaskan berdua dengan 'Ayyun saja, jadi harus dipegangi terus oleh satu pemandu sampai tempat tujuan.

Menahan sakit
Sampailah kami di akhir mini rafting dan bertemu dengan yang lainnya. Setelah beristirahat, makan mie dan minum, kami pun naik ke ick up lagi untuk kembali ke tempat awal kami sampai sebelum ke goa Pindul untuk mandi dan ganti pakaian. Kebetulan waktu itu bertepatan dengan hari jumat sehingga kami para laki-laki wajib untuk menunaikan sholat jumat. Saya pun dengan menahan rasa sakit yang sangat, ikut ke masjid dengan jalan kaki kira-kira 100 meter untuk ikut menunaikan sholat jumat. Kaki tidak bisa ditekuk, akhirnya saya sholat dengan duduk dan kaki lurus ke depan.
           Selesai sholat perjalanan dilanjutkan ke pantai Indrayanti yang nama sebenarnya adalah pantai Pulang Sawal yang terletak di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di sebelah timur Pantai Sundak dan Somandeng. Namun pantai ini lebih dikenal dengan sebutan pantai Indrayanti bukan pantai Pulang Sawal. Selama perjalanana di dalam bus, saya terus mengkompres lutut saya yang semakin lama semakin sakit dan bengkak. Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan, sampailah kami di pantai Indrayanti. Semua turun termasuk saya, namun kalau yang lain bersenang-senang, saya hanya bisa duduk dengan menahan sakit, sementara 'Ayyun bersama dengan bundanya. Tak puas hanya duduk dan melihat saja, saya pun paksakan untuk turun menemani 'Ayyun main pasir sebentar. Pasir pantai di sini bukan pasir putih, namun tidak kalah dengan pasir putih karena hamparan pasir yang indah dan bersih bisa terlihat jelas seluas mata memandang. Di pantai Indrayanti semuanya bersenang-senang sampai petang.
Asyik bermain di pantai
Bersama 'Ayyun di pantai
        Akhirnya rombongan bus kami pun berjalan menuju kota Surakarta di mana kami paginya berangkat ke Jogja. Selama perjalanan dari Jogja menuju Solo, pemandangan indah terlihat dengan gemerlap lampu yang begitu indah terlihat dari atas perbukitan. Bus berhenti sejenak untuk memberi kesempatan kami semua untuk makan malam. Setelah pukul 23.30 WIB, bus sampai di Solo lagi. Kami pulang ke rumah dengan taksi karena tidak bisa membawa kendaraan sendiri. 
        Saya menyangka kalau lutut saya hanya retak saja, namun setelah kami bawa ke laboratorium untuk di rongten, ternyata lutut saya atau dalam bahasa kedokteran disebut "patela" pecah jadi tiga bagian. Tidak ada jalan lain selain dioperasi, akhirnya saya pun langsung ke RS untuk operasi lutut. Alhamdulillaah, operasi berjalan lancar. Lutut saya diberi platina untuk menyatukan kembali patela yang tadinya pecah. Tidak butuh waktu lama di RS, namun butuh waktu lama untuk kembali pulih seperti dulu lagi. Sekarang sudah hampir dua tahun setelah kejadian itu dan platina di lutut saya masih ada di lutut saya. Saya belum berani untuk melepasnya karena saya merasa lutut ini belum begitu kuat.

Operasi lutut
         Demikian cerita yang bisa saya bagikan kali ini. Hikmah yang bisa saya ambil dari kejadian tersebut adalah semua kejadian yang terjadi sudah dalam rencana sang pencipta Allaah, anak merupakan tanggung jawab orang tua termasuk ayahnya. Menjaga anak adalah kewajiban, apapun yang terjadi pada orang tuanya demi untuk menjaga anak merupakan suatu hal yang sudah semestinya. Terlepas dari kesalahan yang telah dilakukan oleh pemandu wisata yang di sungai Oyo karena saat start tidak menarik kami ke tepi kanan menjauh dari arus sungai yang deras dari sebelah kiri. Jadikan musibah sebagai jalan untuk lebih mendekatkan diri sama Illaahi. Semoga bermanfaat, aamiin.

foto : dokumen pribadi dan pemandu wisata

SMPN 2 Jumantono Karya Wisata Ke Jawa Timur

         Kali ini saya ingin berbagi cerita saat mendampingi anak-anak mengikuti kegiatan sekolah yang namanya "Karya Wisata". Sekolah kami mengadakan karya wisata ini setiap dua tahun sekali. Karena saya termasuk guru yang masih junior maka saya baru dua kali mengikuti kegiatan karya wisata ini. Dalam kegiatan jeda semester gasal tahun 2014/2015, SMPN 2 Jumantono mengadakan karya wisata untuk siswa-siswi kelas 8 dan 9. Kegiatan ini wajib diikuti oleh semua siswa-siswi karena termasuk tugas karya tulis sekolah. Namun meski wajib, masih ada juga yang tidak bisa ikut karena beberapa alasan yang bisa diterima oleh pihak sekolah. Kebetulan saya mendampingi siswa-siswi kelas 9A karena sebagai wali kelasnya. Karya wisata untuk kali ini kami ke Jawa Timur.
Ada 3 tempat yang kami kunjungi, yaitu :
1. Jembatan Suramadu
2. Museum Loka Jala Crana dan Planetarium
3. Wisata Bahari Lamongan (WBL)
Kami berangkat dari lokasi sekolah kira-kira pukul 21.00 WIB menggunakan 4 bus besar dan pukul 4 pagi kurang sampai di Lumintu yaitu sebuah tempat untuk kita mandi, sholat dan makan pagi. Setelah kami semua mandi, sholat dan sarapan pagi, perjalanan dilanjutkan ke jembatan Suramadu yang kira-kira masih satu setengah jam lagi. Beberapa saat kemudian sampailah kami di tujuan pertama, yaitu jembatan Suramadu.
Masuk Jembatan Suramadu
Jembatan Suramadu
Baju dan souvenir di Madura

          Jembatan Suramadu ini merupakan salah satu jembatan terpanjang di Indonesia, yang menghubungkan antara Surabaya dan Madura yang terpisah oleh selat Madura. Jembatan Suramadu ini sudah sangat terkenal, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Para wisatawan yang berkunjung ke Jawa Timur pasti merasa belum lengkap kalau belum berkunjung ke jembatan Suramadu ini. 
Berdasarkan data yang ada, panjang jembatan ini ± 5,5 km dengan lebar 30 meter. Jembatan ini dibagi menjadi 8 lajur, 6 lajur untuk kendaraan besar dan 2 lajur untuk sepeda motor. Jembatan ini juga mempunyai 3 bagian, bagian utama jembatan ini tingginya ± 140 meter. Tebal aspal 2,5 meter dan disangga dengan beton-beton besar yang ditanam di dasar laut. Jembatan ini diperkirakan mampu bertahan sampai 100 tahun. Di bawah jembatan ini dapat dilintasi oleh kapal besar tanpa harus membuka pintu di bawah jembtan seperti yang ada di luar negeri. Jembatan Suramadu ini diresmikan oleh Presiden ke-4 Megawati Soekarno Putri pada tanggal 20 Agustus 2003. Dan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 18 Juni 2009 selisih 6 tahun dengan peresmiannya. Jembatan ini dibangun dengan tujuan untuk mempermudah akses/perjalanan antara Surabaya dengan Madura. Sebelum adanya jembatan ini, waktu untuk menempuh perjalanan dari Surabaya ke Madura dengan mengendarai kapal memerlukan waktu ± 40 menit namun sekarang dengan melewati jembatan ini perjalanan menjadi lebih cepat dan lebih mudah dengan mengendarai kendaraan roda 2 atau 4 hanya memerlukan waktu 5 sampai 10 menit saja. 
Bus kami pun berjalan perlahan melewati jembatan menuju ke Madura, di dalam bus kami bisa melihat-lihat kemegahan jembatan ini. Sesampainya di Madura bus diberhentikan, kami semua turun untuk melihat-lihat pernak-pernik dagangan yang ditawarkan oleh pedagang setempat yang berupa cendera mata khas dari Madura. Ada berbagai macam oleh-oleh disana seperti pakaian, makanan dan yang paling sering adalah pakaian yang bergambar jembatan Suramadu. Setelah cukup dan sesuai waktu yang dijadwalkan, kami pun masuk bus untuk melanjutkan perjalanan ke Museum Loka Jala Crana dan Planetarium. 
Musium Loka Jala Crana
Action bersama helikopter
         Tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk sampai ke lokasi ke dua. Setelah sampai lokasi, kami pun turun semua dan mulai masuk ke museum Loka Jala Crana. Ternyata museum ini sangat menarik dan memang layak untuk dikunjungi. Museum ini merupakan Pusat Pendidikan Akademi Kelautan yang juga tempat benda-benda bersejarah pada masa perjuangan. Musium ini diresmikan pada tanggal 19 September 1969 oleh Ibu Pelindung Taruna AKABRI bagian laut. Museum ini sangat luas, dari halamannya saja hampir sama dengan luas sekolah kami. Di halaman ini terdapat benda-benda peninggalan sejarah yang amat besar, seperti :
  • Arteleri Pertahanan Udara (ARHANUD)
  • Pesawat terbang Gannet
  • Rocket P-15
  • Meriam kapal perang
  • Meriam Bofors L-60
  • Monumen Pendidikan Perwira TNI
  • Kapal K-G
  • Pancer Intai Amfibi
  • Helikopter 14/7 Kendaraan pengangkut roket
  • Meriam Persenjataan dari KRI
  • Meriam Kaliber 85 MM 
  • dan lain-lain

     
Menonton video Akademi Kelautan

Bagian luar sudah, sekarang kita masuk ke bagian dalam, terdapat lukisan Institut Angkatan Laut Tahun 1951, Akademi AL 1956, AKABRI bagian laut 1965, Akademi AL 1985. 
Ada 6 ruang, minimal yang saya lihat, yaitu :
Ruang 1
Terdapat beberapa benda, antara lain : 
  • Senjata Torpedo di kapal selam
  • Roket buatan 9 taruna tahun 1965
  • Senjata laras panjang
  • dan lain-lain
Rudal
Ruang 2
Di ruang 2 ini terdapat benda-benda antara lain :
  • Meja tamu tahun 1970/1978, dengan panjang 1,2 meter dan lebar 50 cm
  • Bufet kayu dan kaca dengan panjang 2 meter, lebar 4 meter
  • Ruang replika tandu Jenderal Soedirman (1948)
  • Bufet kayu dan kaca tahun 1970-1n
  • Alat komaliwan tahun 1950 - 1956
  • Tempat bendera
  • Gambar-gambar gubernur AAL dari tahun 1951 - 2014
Gambar-gambar Gubernur ALL
Ruang 3
Di ruangan ini banyak terdapat pakaian seragam
  • Pakaian dinas upacara
  • Pakaian dinas khusus TNI AL (PDU 1)
  • Berbagai Pakaian dinas TNI
  • Baju selam klasik
  • Barongsai
  • Tombak bambu runcing
  • Motor klasik
  • Pedang
  • dan lain-lain
Motor klasik
Ruang 4
Beberapa benda yang ada di ruangan ini antara lain :
  • Kapal kapten pahlawan laut
  • Kompas air raksa
  • Radio
  • Macam-macam kemudi darurat
  • Miniatur kapal
  • Macam-macam tali kelautan
  • Macam-macam gambar pesawat dan helikopter
  • Miniatur perahu NASA
  • dan lain-lain
Kapal
Ruang 5
Di ruangan ini terdapat berbagai peralatan, seperti :
- Mesin jahit
- Patung taruna
- Alat-alat musik
- Foto TNI AAL dan pnghargaan
- dan lain-lain
Mesin jahit bendera merah putih pertama kali
Ruang 6
Khusus ruangan yang ini berbeda dengan ruangan yang lain, ruang ini adalah ruang planetarium. Di planetarium ini saya dan para siswa diajak mengamati bintang-bintang menggunakan media yang disebut star globe (bola perbintangan). Dijelaskan kalau di langit ini ada 88 rasi bintang, 12 diantaranya berada diantara revolusi bumi. 12 rasi bintang ini lebih dikenal dengan nama zodiak.
Planetarium
Jalan-jalan di Museum Loka Jala Crana dan Planetarium akhirnya berakhir di planetarium ini. Perjalanan kami pun dilanjutkan ke Wisata Bahari Lamongan (WBL).
Tanjung Kodok
WBL
         Lokasi WBL ini terletak di pesisir utara pantai Jawa, tepatnya di kecamatan Paciran kabupaten Lamongan Jawa Timur. Setelah sebelumnya anak-anak ke tempat musium yang dipenuhi dengan berbagai tambahan pengetahuan, terutama sejarah tentang kelautan Indonesia, sampailah saatnya untuk bersenang-senang di WBL. Sebelum kami masuk ke WBL, terlebih dahulu kami melaksanakan sholat dhuhur dan makan siang bersama. Tempat wisata ini menawarkan oase tersendiri bagi kami. Wisata Bahari Lamongan berdiri sejak tahun 2004 sebagai hasil pengembangan objek wisata yang telah ada sebelumnya yang dulu bernama pantai Tanjung Kodok. WBL memadukan konsep wisata bahari dan wisata fantasi dalam area seluas 17 hektar. WBL memanjakan pengunjungnya dengan konsep one stop service, mulai jam 08.30 - 16.30 WIB setiap harinya. Setiap tahunnya didukung dengan hadirnya 3 wahana yang baru. Selain itu juga tersedia fasilitas pendukung berupa pasar hidangan, pasar wisata, pasar buah dan ikan. Serta fasilitas-fasilitas umum lainnya, seperti mushola, ATM bersama, klinik, toilet, tempat parkir, akses internet gratis dan lain sebagainya. 
Beberapa fasilitas yang ada di WBL antara lain :
  1. Paus dangdut
  2. Kolam renang air tawar
  3. Waterboom
  4. Anjungan walisongo
  5. Playground pasir
  6. Kolam air laut 
  7. Bioskop 3 dimensi
  8. Rotary coaster
  9. Rumah sakit hantu
10. Jet coaster
11. Rumah kucing
12. Planet kaca
13. Sarang bajak laut
14. dan masih banyak lagi

         Tidak mungkin dalam waktu yang terbatas anak-anak bisa masuk dan bermain di semua fasilitas yang ada. Anak-anak dan saya pun hanya bisa bermain di beberapa tempat saja. Terlihat anak-anak sangat senang dan puas setelah bermain di WBL ini. Waktu pun sudah sore dan kami sudah merasa lelah, kami menuju ke tempat parkir bus. Masing-masing ada yang langsung menuju ke tempat mandi, ada juga yang menuju ke tempat jajan oleh-oleh khas dari WBL. Dari berbagai snack sampai cendera mata khas WBL. Akhirnya setelah semua kembali ke bus, kami pun pulang menuju ke sekolah kembali. Tak lupa saat maghrib tiba, kami berhenti di rumah makan untuk melaksanakan sholat maghrib dan makan malam. Setelah selesei, perjalanan pulang pun dilanjutkan. Setelah perjalanan kira-kira 6 jam kami sampai di sekolah kembali, alhamdulillaah. 
         Demikianlah berbagi saya dan anak-anak SMPN 2 Jumantono dalam karya wisata kali ini. Bagi siapa saja yang belum pernah wisata ke Jawa Timur khususnya ke jembatan Suramadu, musium Loka Jana Crana dan Planetarium serta WBL, ini adalah tempat yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. Semoga ada hal-hal yang bisa diambil manfaatnya, aamiin.

Tanggung Jawab Siapa?

        Saat ini berbagai pihak selalu menyalahkan pihak yang lainnya karena tidak mau bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Masa kecil anak-anak sekarang memanglah sudah jauh berbeda dengan masa kecil dari orang tuanya dulu, terlebih lagi masa kecil kakek neneknya dulu. Di zaman yang serba modern dan serba kompleks dari berbagai masalah yang ada. Semua orang tua menginginkan anak-anaknya bisa tumbuh dewasa menjadi insan-insan yang berbakti dan cerdas. Berangkat dari masih masa kanak-kanak yang seru dan menyenangkan bagi keluarganya, hingga berbagai masalah yang juga dimunculkan. Mayoritas orang tua sekarang lebih suka mencari materi dunia sehingga kurang bisa mendampingi perkembangan anak-anak sendiri. Seorang ayah sudah pasti memang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga, namun sebagian besar sekarang semua merasa dengan penghasilan suami saja masih dirasa belum cukup. Kebutuhan hidup semakin meningkat karena memang sudah menjadi konsekuensi dari perkembangan zaman yang ada. Hal ini yang menjadi salah satu faktor yang mendorong ibu-ibu atau para istri untuk ikut bekerja.
         Orang tua yang selalu sibuk bekerja sudah secara otomatis merampas hak anaknya. Terlebih lagi ibu-ibu yang selalu pergi pagi dan pulang sore bahkan tidak sedikit yang pulang sampai larut malam. Entah anaknya bersama siapa, mungkin bersama neneknya, bersama pengasuhnya atau bersama orang lain di tempat penitipan anak. Masih banyak orang tua yang berpikiran yang penting cari uang yang banyak sebagai bentuk tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga hingga melupakan kalau pendidikan anak juga merupakan tanggung jawabnya, bukan hanya pengasuh dan juga sekolah.

        Banyak kita lihat di lingkungan sekitar kita saat orang tua baik ibu maupun ayahnya mengantar anak-anaknya ke tempat TPA ( Taman Pendidikan Al Quran ). Kita sering melihat anak laki-lakinya pasti berbaju koko pakai peci rapi dan yang anak perempuan pasti pakai kerudung berbaju panjang. Anak-anak yang diantar sudah berpakaian syar'i namun orang tua malah banyak yang tidak mau mengenakan baju muslim yang syar'i. Kesalahan para orang tua adalah kebanyakan hanya menginginkan anak-anaknya jadi baik bisa baca Al Quran dan bisa menulis arab juga namun orang tua sendiri malas untuk belajar Al Quran. Artinya orang tua menuntut anak-anaknya untuk mau mengaji namun orang tua tidak mau mengaji. Ini merupakan kesalahan yang banyak dilakukan orang tua tapi tidak mau disalahkan.
        Pendidikan di rumah sangat menentukan karakter anak dan menentukan pembentukan akhlak anak. Namun lagi-lagi sering kali orang tua banyak yang tidak menghiraukan hal ini. Tak sedikit dari orang tua sering kali berperilaku yang salah yang sudah otomatis akan ditiru oleh anak-anaknya. Dari hal yang kecil, makan tidak dengan duduk, minum pakai tangan kiri sambil berdiri lagi dan yang paling banyak lagi adalah orang tua selalu melihat acara televisi yang tidak mendidik. Orang tua yang suka melihat acara sinetron, acara goyang-goyang dan memang mayoritas acara televisi nasional kita sangat buruk untuk perkembangan anak. Anak disuruh belajar namun orang tua justru melihat acara-acara televisi yang tidak bermutu, hal ini sudah pasti mengganggu pikiran anak dan sangat mempengaruhi pola pikir anak ke depannya.
        Di zaman serba teknologi ini ternyata juga sangat mempengaruhi perkembangan anak-anak. Selepas pulang sekolah anak-anak biasanya akan selalu pegang hp atau gadgetnya. Waktu mereka habis hanya untuk olah raga jari saja. Anak-anak terlena dengan perangkat dunia mayanya hingga malas untuk belajar. Kalau tidak mainan hp bisa dipastikan duduk atau tiduran di depan televisi menonton acara yang 90 % merusak generasi penerus bangsa ini. Kalau sudah seperti ini, siapa yang disalahkan bila anak-anak tumbuh dewasa tidak menjadi seperti yang orang tua inginkan ataupun tidak menjadi anak yang cerdas, berbakti, sholeh atau sholehah.

         Jadi pembentukan karakter dan akhlak anak ini merupakan hal yang kompleks. Semua pihak turut andil dalam kerusakan bangsa ini yang diawali dari perusakkan perkembangan anak-anak. Acara-acara televisi sampai iklan-iklan yang ditayangkan juga tidak sedikit yang merusak. Adanya KPI tidak berasa pengaruhnya. Peran pemerintah juga ada dalam hal perijinan dan kontrol dari penguasa juga tidak ada, ini juga bentuk tidak bertanggung jawabnya pemerintahan yang ada. Ditambah lagi pengaruh lingkungan anak-anak kita yang juga buruk. Dunia pendidikan selalu dijadikan tumpuan untuk mendidik anak-anak namun tidak didukung penuh oleh semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat umum. Kita miskin teladan bagi anak-anak kita. Namun dalam hal ini yang paling bisa berpengaruh terhadap pembentukkan karakter dan akhlak anak adalah keluarga.
          Keluarga sebaiknya selalu ada setiap saat untuk anak-anaknya. Keluarga adalah madrasah yang paling bagus untuk perkembangan anak-anak kita. Mari, kita selalu memberikan teladan yang baik bagi anak-anak kita. Acara-acara televisi yang tidak mendidik jauhkan dari pandangan anak-anak. Ajarkan anak-anak kita sesuai dengan ajaran Islam yang sudah pasti baik adanya. Sebenarnya segala sesuatu yang menyimpang atau buruk merupakan bukti nyata jauhnya mereka dan kita dari syari'at Islam. Semoga bermanfaat, aamiin.

Jadi Guru Perlu Hidayah

Ibu    : "Nak, mbok kamu jadi guru saja..."
Anak : "Gak mau bu"
Ibu    : "Lha kenapa? Kan enak jadi guru, teman-temanmu semua juga jadi guru".
Anak : "Pokoknya gak mau...."
Ibu    : "Kamu itu dinasehati kok susah yo, teman-temanmu sudah jadi pegawai
            semua, lha kamu malah masih belum jelas kerjaanya"
Anak : "Aku gak suka jadi guru, aku maunya kerja yang gak banyak ngomongnya".
Ibu    : "Lha nanti kalau sudah terbiasa juga akan bisa.... ingat! Umurmu itu sudah tua,
             kerjaan belum jelas".
Anak : "?"

Begitulah kira-kira percakapan yang sering terjadi setiap saat antara anak dan ibunya beberapa tahun yang lalu. Percakapan seperti itu tidak hanya terjadi sekali dua kali, namun terjadi setiap hari dan berkali-kali. Bahkan bukan cuma ibunya saja yang selalu menyuruh sang anak untuk mau jadi guru, kakak dan teman-temannya juga mengatakan hal yang tidak jauh beda.Namun semua itu tidak juga menggoyahkan pendirian sang anak untuk berubah agar mau jadi seorang guru.
          Beberapa tahun sebelumnya, sang anak dan teman-temannya ini baru saja lulus kuliah dari sebuah perguruan tinggi di Surakarta. Perasaan senang dan lega menyelimuti mereka semua termasuk masing-masing orang tua mereka. Setiap orang tua pasti merasa lega juga telah berhasil menyekolahkan anak-anaknya sampai lulus kuliah yang mana kita ketahui, untuk bisa mencapai semua itu diperlukan tidak sedikit biaya. Karena tidak semua orang tua dalam kondisi yang mampu secara materi. Harapan mayoritas orang tua setelah anaknya lulus dari kuliahnya, pastilah ingin segera anak-anak mereka bisa segera dapatkan pekerjaan yang nantinya diharapkan bisa meringankan kebutuhan ekonomi keluarga. Minimal sudah tidak lagi mengeluarkan banyak biaya untuk anaknya.
         Berlanjut pada kisah salah satu sang anak yang sudah lulus kuliah tadi, ternyata setelah lulus kuliah tidak bisa langsung mendapatkan pekerjaan yang diharapkan. Waktu ada bukaan CPNS, anak ini dan teman-temannya ikut mendaftarkan diri. Pilihan dari semua anak ini masih sama, yaitu formasi Pranata Komputer. Karena merasa punya sedikit bekal untuk bisa bekerja di bidang tersebut, namun apalah daya, ternyata pelamar yang ingin dapat diterima di bidang yang sama sangat banyak, sementara kuota yang diberikan sangat kecil jika dibanding pendaftarnya. Sudah bisa diketahui kalau mereka smua tidak ada yang diterima jadi Pegawai Negeri di bidang Pranata Komputer tadi.
       Sementara masih terus menunggu bukaan CPNS yang berikutnya dan menunggu mendapatkan pekerjaan yang diharapkan, sang anak ini rajin membantu ibunya menggarap sawah yang telah ditinggalkan oleh ayahnya. Hampir setiap hari sang anak dan ibunya bekerja memelihara tanaman padi di sawahnya. Karena ayahnya sudah meninggal setelah beberapa bulan sang anak lulus kuliah. Sehingga sang anak inilah yang harus mau menggantikan posisi ayahnya dalam bekerja. Sambil melamar menunggu panggilan kerja dari beberapa lamaran pekerjaan yang telah dibuatnya. Atas bantuan teman kulihnya dulu sang anak ini mulai bekerja di salah satu tempat yang cukup bagus. Dalam pekerjaannya masih berkaitan dengan menggunakan komputer. Awal mulanya semua berjalan lancar-lancar saja, namun sampai suatu saat timbul masalah dalam pekerjaannya sehingga sang anak ini harus keluar. Kemudian berpindah pada pekerjaan yang serupa namun di lain tempat. Terjadilah hal yang tidak jauh berbeda seperti di tempat yang sebelumnya. Baru beberapa bulan sang anak inipun tidak bekerja lagi di tempat tersebut.
          Sementara itu, setiap kali ada bukaan CPNS, sang anak ini juga tidak ketinggalan selalu ikut mendaftar dengan posisi yang sama, yaitu Pranata Komputer yang dirasa sesuai dengan jurusannya waktu kulih dulu. Namun hal yang sama juga selalu berulang, yaitu selalu gagal atau tidak diterima, begitu juga teman-temannya. Ada satu teman yang bisa jadi CPNS sebagai Pranata Komputer namun berada di Palembang karena temannya ini memang berasal dari Palembang. Dimana di sana belum ada saingan dalam posisi Pranata Komputer tersebut. Setiap ada bukaan CPNS lagi, pastilah daftar lagi, sampai berulang sampai 6 kali. Sampai ada bukaan CPNS untuk guru TIK (komputer), teman-temannya sebagian mendaftar posisi ini, yaitu guru TIK yang merupakan formasi yang masih baru dan masih banyak peluang untuk lulusan Teknik Informatika. Namun sang anak ini tidak mau daftar guru krena memang tidak suka jadi guru. Kemudian sang anak ini dengan bantuan saudaranya bisa bekerja di perusahaan yang cukup besar berskala nasional, yaitu perusahaan percetakan atau penerbit buku, PT. Tiga Serangkai yang berpusat di Surakarta. Sang anak inipun bekerja dengan sangat baik sehingga disukai oleh atasannya dan teman-teman sekantornya. Namun apalah daya status sang anak ini hanya sebagai pegawai kontrak sehinga pada saat kontrak habis maka habis pula masa kerjanya. Meskipun sebenarnya atasan sang anak ini sudah berupaya untuk mengajukannya agar menjadi pegawai tetap di perusahaan tersebut karena dinilai kerjaanya bagus. Namun usaha ini ternyata tidak berhasil.

   Tuhan mempunyai rencana lain terhadap sang anak ini. Selama satu tahun terakhir saat masih bekerja di perusahaan, sang anak ini sudah mengalami proses perubahan dalam idealisme berpikirnya. Sang anak ini ternyata telah dan terus belajar sesuatu hal yang sangat penting dalam kehidupannya.
"Bahwa sesuatu hal yang dirasa paling baik dan tepat untuk dirinya bisa jadi bukanlah yang terbaik menurut Allaah."
Dan inilah yang terjadi, semua hal yang diinginkan sudah diusahakan namun ternyata tidak berjalan seperti harapannya. Sesuatu hal yang mendorong sang anak ini untuk mulai berpikir realistis dalam kehidupan bukan hanya menuruti idealisme sendiri. Sang anak mulai berpikir segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Allaah yang harus diterima dengan ikhlas. Kita hanya berusaha semampunya, berdo'a dan adapun hasilnya harus tawakal diserahkan sama sang pencipta. Sang anak mulai berpikir kalau teman-temannya sudah duluan menjadi guru. Sang anak ini juga selalu mengingat keinginan ibunya yang menginginkannya untuk menjadi guru yang selalu dia tolak. Suatu saat sang anak mau menikah memiliki keluarga yang bahagia, namun kalau kondisi pekerjaannya masih tidak menentu maka apa yang akan terjadi pada keluarganya kelak. Hal ini juga yang memotivasi untuk berpikir realistis. 

"Ini adalah sebuah hidayah dari sang pencipta."

Akhirnya sang anak bertekat untuk bisa menjadi guru. Sewaktu masih bekerja di perusahaan penerbit buku Tiga Serangkai menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mendaftar akta 4 dan sebagian lagi selalu diberikan ibunya.

         Saat itu bertepatan dengan masa kontrak sebagai pegawai perusahaan berakhir, dapatlah pula ijazah akta 4 yang memang diambilnya untuk niat mendaftar CPNS lagi untuk formasi guru TIK. Dengan adanya motivasi yang cukup besar untuk menjadi guru, telah menjadikan sang anak ini semangat belajar dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi tes CPNS. Hal ini bisa dipastikan sudah menjadi ketentuan Allaah, pada akhir tahun 2009, pemerintah membuka kembali lowongan CPNS secara serempak di seluruh daerah di Indonesia. Demikian juga untuk daerah Surakarta dan sekitarnya. Sang anak mendaftar untuk daerah Karanganyar yang masih bersebelahan dengan kota Surakarta. Tepat di hari terakhir pendaftaran yang dijadwalkan, sang anak ini baru bisa mendaftar di siang harinya. Hal ini dikarenakan ijazah akta 4 yang dimilikinya baru saja keluar. Berangkatlah sang anak untuk memasukkan lamaran CPNS formasi guru TIK dengan berbekal uang Rp 12.500 untuk biaya mengirimkan berkas lamaran melalui kantor POS.
          Berkas lamaran sudah dikirim, sambil menunggu waktu tes CPNS, sang anak masih menjalani kegiatan yang sama dengan sebelum bekerja di perusahaan percetakan buku yang dulu, yaitu kembali ke sawah mengurus sawahnya bersama ibunya.  Malam harinya mencoba belajar dari copian materi soal-soal CPNS tahun-tahun terdahulu yang telah dibelinya. Sampailah pada hari dilaksanakannya tes CPNS tersebut. Tes sudah dijanani dan akhirnya pengumuman pun tiba. Dengan perasaan yang campur-campur, sang anak pun pagi-pagi pergi membeli koran lokal yang berisikan pengumuman hasil tes CPNS untuk wilayah Surakarta dan sekitarnya termasuk Karanganyar. Koran dibawa pulang dan dibuka, dibaca, dicari-cari namanya dengan harapan dia akan menemukan namanya di hasil pengumuman tes CPNS tersebut dan.....alhamdulillaah akhirnya dia menemukan juga namanya di peringkat ke-3 dari formasi guru TIK untuk jenjang SMP. Sujud syukur pun dilakukan, ibunya pun sangat gembira mendengar berita dari anaknya bahwa sang anak diterima.
          Semua berkas untuk kelengkapan yang disyaratkan pun segera dipenuhi. Singkat cerita sang anak sudah mulai mengajar karena sudah menjadi seorang guru TIK di salah satu SMP Negeri di Karanganyar. Beberapa tahun telah dilalui sebagai guru, banyak hal yang dipelajarinya. Di tahun ke tiga sang anak berhasil memberangkatkan ibunya untuk ibadah umroh, mengingat kalau haji harus nunggu waktu yang cukup lama. Di saat teman-temannya masih lebih mengedepankan kepentingan sendiri, namun sang anak ini lebih memprioritaskan ibunya. Sekarang sang anak inipun menjalani hari-harinya dengan selalu bersyukur bersama ibu dan keluarga barunya sebagai seorang guru TIK. Setiap pagi berangkat ke sekolah untuk mengajar dan mendidik anak-anak yang di daerah pinggiran yang sebagian besar anaknya tidak punya komputer di rumahnya. Sehingga pelajaran yang diajarkan oleh guru ini sangat disenangi oleh anak-anak.
          Demikianlah kisah nyata dari seseorang yang dulunya tidak mau jadi guru namun atas hidayah Allaah, akhirnya orang tersebut bisa berubah mau menjadi guru yang setiap harinya harus mengajar dan mendidik generasi penerus bangsa ini agar menjadi  lebih baik lagi. Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi kita semua, aamiin.

Translate

Fanpage

 
Support : Creating Website | Risqk Template | Risqk Template
Copyright © 2011. TIK SMPN 2 Jumantono - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Risqk Template
Proudly powered by Blogger